Tuesday, July 26

Bahasa buat anak kecil

"Anjing, urang embung jeung maneh!"
Saya miris banget mendengarnya. Anak sekecil itu udah ngomong kayak gitu, dan orang tuanya ketawa bahagia?
Gumam hati saya tadi pagi. rumah saya dan rumah keluarga itu cuma dibatasi seinci tirplek, jadi kami sama-sama bisa mendengar dengan jelas apa yang kami masing-masing katakan.

Saya heran pada anak-anak (baca: balita-balita) sekarang. Mau-maunya diajarin bahasa (baca:bahasa kasar) kayak gitu. dan sempet-sempetnya orang tua memperdendangkan bahasa-bahasa sangat tidak sopan itu di depan anak mereka. Balita 3 tahun, apapun yang ia dengar, lihat, rasakan, akan terpahat sempurna di sinanpsis otaknya

kebetulan keluarga sebelah rumah punya anak usia empat tahun. entah belajar dari mana, saya tahu dia masih TK, dan gak mungkin belajar di TK. Pasti dari orang tuanya, pikir saya. Yang saya denger, itu orang tua dia kalo lagi ngomong (baca : marah) pake basa Sunda kasar di depan anaknya. Anak, siapa sih yang bisa nyalahin? Dia mah ngedenger apapun dibeoin. Jangan sampe kebiasaan sampe gedenya. Kalo dari kecilnya dibiasain kayak gitu, pas udah gede sudah mendarah daging dan sangat sulit banget dihilangkan.

Buat para orang tua dan para calon orang tua, saya minta tolong. Tolong banget jangan jadikan generasi-generasi di bawah kami makin bobrok dari kami. Cukuplah sampai kami aja yang ancur. Jangan bawa adik-adik ke lubang yang sama. Masa depan ada di tangan anak-anak kalian. Plis, plis, Plis! Jaga kata-kata kalian di depan anak-anak.